Soal Ips Kelas 9 Smp Cuilan 4 - Peristiwa-Peristiwa Politik Dan Ekonomi Indonesia Pasca Pengukuhan Kedaulatan

Soal IPS Kelas 9 Sekolah Menengah Pertama Bab 4 - Peristiwa-peristiwa Politik dan Ekonomi Indonesia Pasca Pengakuan Kedaulatan : Assalamualaikum,,, Sahabat Defifa, kali ini Defifa akan memberikan warta yang berkaitan dengan Soal IPS Kelas 9 Sekolah Menengah Pertama Bab 4 perihal Peristiwa-peristiwa Politik dan Ekonomi Indonesia Pasca Pengakuan Kedaulatan.
peristiwa Politik dan Ekonomi Indonesia Pasca Pengakuan Kedaulatan Soal IPS Kelas 9 Sekolah Menengah Pertama Bab 4 - Peristiwa-peristiwa Politik dan Ekonomi Indonesia Pasca Pengakuan Kedaulatan

Adapun referensi Soal IPS Kelas 9 Sekolah Menengah Pertama Bab 4 perihal Peristiwa-peristiwa Politik dan Ekonomi Indonesia Pasca Pengakuan Kedaulatan ialah sebagai berikut:

A. Pilihlah salah satu balasan yang kau anggap paling tepat!
1. Konferensi Meja Budar (KMB) menghasilkan keputusan penting, diantaranya:
a. Pengembalian hak milik Indonesia yang dirampas Belanda
b. Pengakuan kedaulatan Belanda terhadap kemerdekaan Indonesia
c. Indonesia dan Belanda setuju untuk menghentikan peperangan
d. Belanda siap menarik seluruh tentaranya dari wilayah RI

2. Indonesia menyatakan kembali ke Negara Kesatuan semenjak 17 Agustus 1950 karena:
a. Semua negara anggota RIS mendukungnya
b. Sistem federasi sebaiknya dilaksanakan di negara-negara liberal
c. NKRI sesuai dengan impian Proklamasi Kemerdekaan RI 17-8-1945
d. Negara-negara bab tetap dikendalikan oleh Belanda

3. Jatuhnya Kabinet Sukiman-Suwiryo pada tanggal 23 Februari 1952 karena:
a. Tidak tahan menghadapi partai-partai oposisi
b. Dianggap condong ke Blok Barat
c. Belum bisa melakukan politik bebas aktif
d. Tidak menerima kepercayaan dari DPR

4. Kabinet pertama yang memerintah Indonesia pada masa demokrasi liberal adalah:
a. Kabinet Natsir
b. Kabinet Wilopo
c. Kabinet Sukiman-Suwiryo
d. Kabinet Ali Sastroamidjojo

5. Sesudah Pemilu 1955, instabilitas politik Indonesia terus berlangsung karena:
a. Konstituante tidak sanggup melakukan tugasnya
b. Pemilu 1955 dianggap tidak demokratis
c. Adanya kontradiksi antara Presiden dan DPR
d. Masa keanggotaan Konstituante telah habis

6. Sistem banyak partai sangat tidak menguntungkan bagi Indonesia karena:
a. Terlalu banyak partai politik yang menjadi akseptor Pemilu
b. Sulit membangun partai politik yang berpengaruh dan didukung oleh rakyat
c. Pemerintah yang stabil tidak sanggup diwujudkan
d. Peluang terjadinya kontradiksi antar partai semakin terbuka

7. PRRI merupakan salah satu pergolakan yang terjadi di daerah:
a. Sulawesi
b. Kalimantan
c. Jawa
d. Sumatera

8. Pemilu 1995 menghasilkan 4 (empat) partai besar, kecuali:
a. Partai Nasional Indonesia (PNI)
b. Partai Indonesia Raya (Parindra)
c. Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi)
d. Nahdatul Ulama (NU)

9. Salah satu faktor yang mendorong Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah:
a. Untuk membuat pemerintahan yang stabil
b. Untuk mewujudkan impian Proklamasi Kemerdekaan 17-8-1945
c. Konstituante tidak sanggup melakukan tugasnya
d. Terjadinya kontradiksi antara para anggota Konstituante

10. Pembentukkan MPRS dan DPAS sangat konstitusional karena:
a. Sesuai dengan UUDS 1950
b. Sesuai dengan hak prerogatif Presiden
c. Sesuai dengan isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959
d. Sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945

B. Isilah titik-titik dengan balasan yang tepat
1. Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia pada tanggal ....
2. Seringnya pergantian kabinet pada masa demokrasi liberal (1950-1959) sebagai akhir adanya persaingan antara ....  dengan ….
3. Pemilu tahun 1955 dilaksanakan pada masa pemerintahan kabinet ....
4. Berdasarkan hasil Pemilu 1955, partai politik yang memperoleh bangku paling banyak di Konstituante adalah  ....
5. Cangkraningrat ialah kepala negara dari negara bab ....

C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut secara singkat!
1. Sebutkan 3 (tiga) alasannya ialah terjadinya instabilitas pemerintahan pada masa demokrasi liberal (1950-1959)!

2. Sebutkan 3 (tiga) alasannya ialah pemerintah RI tidak sanggup membangunan perekonomian nasional yang mantap pada tahun 1950-1959!

3. Mengapa Konstituante tidak sanggup menyusun Rancangan Undang-Undang?

4. Sebutkan isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959!

5. Bagaimanakah pendapat kalian terhadap pelaksanaan demokrasi terpimpin? Jelaskan balasan kalian!


Demikianlah warta yang bisa disampaikan berkaitan dengan Soal IPS Kelas 9 Sekolah Menengah Pertama Bab 4 perihal Peristiwa-peristiwa Politik dan Ekonomi Indonesia Pasca Pengakuan Kedaulatan, yang bersumber dari Buku Bse Ilmu Pengetahuan Sosial Sekolah Menengah Pertama Kelas IX. Semoga bermanfaat!!!

0 Comments:

Post a Comment